Telah pupus asmaraloka.
Andam karam rahsa dalam jiwa.
Swastamita telah nampak di ujung barat,
Jeremba indahnya bagaskara.
Malam pun telah tiba.
Sunyi, sarayu menemani.
Mengenang semua dama kita.
Pedar mulai menghampiri hati.
Aku berjalan sendiri,
Memandang tiap sudut kota,
Mencoba melupakan bayang dayita di hati,
Berharap arunika di ufuk timur segera tiba.
Kau terus saja berputar di dalam pikiran.
Membuatku terus terjaga dalam sudut yang temaram.
Tangisan semesta menderai.
Membasahi nestapa yang perihnya hanya bisa kurasa.
Aku mencintaimu sebanyak hujan malam ini,
Kau mencintaiku sesingkat senja sore tadi.
Seperti hujan, aku jatuh cinta berkali-kali,
Seperti senja, kau jatuh cinta kemudian pergi.
Kini aku hanya bisa meyakinkan diri,
Bahwa aku tak pernah rapuh berdiri meski sendiri.
Malam membuatku ingin menulis rindu, bukan untuk kau baca.
Karena rindu yang sesungguhnya telah kau tinggal di tepian senja.
Kamu hanya akara,
Faktanya hadirmu tak hangatkan luka.
Kamu hanyalah angin yang sekedar singgah,
Lalu kemudian pergi meninggalkanku bersama pasrah.
Topan Arf
Madiun, 16 April 2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar