Ceritakan padaku dimana letak sungai tempat mensucikan diri dari risaunya hati,
tempat dimana penat menghunus palung hati terdalam.
Sedang aku cari celah walau sekecil ujung jarum untuk menghirup manisnya hidup,
sampai senyawa dalam raga teroksidasi dengan sempurna.
Evaporasi rindu mengendap di ruang hampa,
membentuk molekul-molekul cemburu,
telingaku hingar bertalu terdengar samar kamu bersuara,
sedang embun-embun yang menempel di jendela menyisakan kekalutan yang mendekap erat di pelukku.
Sudah kuterima dan kusimpan butir-butir air yang mengepung dada kita yang mengapung dalam kepala.
Aku mencuri diriku membawanya padamu lalu kuhidangkan sepenuhnya agar ada tenang semata.
Aku menyelami sendu yang kamu bagi di sepanjang petang hari itu.
Pada pikir yang bimbang, pada tafsir-tafsir yang kita terka sore itu.
Datanglah kesini biarkan kusisir rambutmu dalam sepi, kususuri rahasia-rahasia yang belasan tahun kamu sembunyikan pada balik pundakmu.
Tumpahkan padaku lewat shyam melalui tatapan mata, aliri aku dengan segala yang kamu simpan pada lemari di kepalamu.
Datang padaku untuk abadi, entah dalam badai yang hampir selalu kita hadapi atau dalam alasan mengapa hari ini jadi puisi dalam tenang yang tak pernah terbayangkan di pelipis ingatanmu.
Dan pada banyak kata yang sukar aku tata, kamu selalu terselip jadi tokoh utama dalam cerita seperti hari ini yang masih menyimpan rindu.
Topan Arif
Tulungagung, 17 November 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar