Satu hari di malam itu
Kala hangat menjelma peluk
Aku serupa dingin pelik beku
Kamu serupa hangat yang tunduk
Kudapati kita masih sama terjaga
Mengepal harapan yang kita punya
Ada fase yang hampir menyerah
Sebab enggan seperti hari kemarin dan simpuh pasrah
Baru hari itu aku mengenalmu
Yang tak lagi obrolan sebatas kata
Yang tak lagi panggilan kosong hampa tanpa makna
Memilih menghabiskan waktu bersamamu menawan rindu menjamin mau
Mengenal sosok dewi terapik
Aku enggan tertipu sanubari yang picik
30 jam akan cepat berlalu
Untuk dirimu sundara dari timur berjuluk ayu
Cemas akan mulai jadi hobi baru
Tiap kudapati sehari tanpa kabar darimu
Alam sengaja menawarkan miliaran cerita pada kita
Untuk aku tuliskan pada pangkal amigdala
Hanya lewat gawai aku bisa banyak bertukar cakap
Sadar berbalas pesan tak selalu berbalas perasaan
Kidung bertalu selaras notasi hati yang berangkap
Mendambakan doa yang terlantunkan sampai hati mau bertuan
Mendung hitam hilang dari mega yang perlahan terang
Samudra membiru tersorot cahaya
Sebab hujan tampak mencipta indah pancawarna kala siang
Kini langit tak lagi murung karena sirna mendung oleh surya
Topan Arif
Tulungagung, 23 November 2024
(Terinspirasi dari gadis lombok timur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar