Si jalang sedang bermain cinta
Hatinya rantai putus
Tak pernah dicumbu pelumas baja
Karat mengikat badan ia yang lurus
Rambutnya selendang mayang
Penuh warna terpancar manisnya pada mata yang memandang
Menari diantara bayang-bayang
Konsepsi hidung belang melayang-layang
Ia mendekati lelaki itu lagi
Tubuhnya ia kupas
Ia berkata "hatimu mangga busuk"
Seketika manisku sirna
Si jalang membasuh birahinya dengan air mata
Si hidung belang kehilangan sperma
Puas dehaga si jalang menghirup udara
Melangkah kakinya terseok-seok matirasa
Suaranya merdu bak kaset kusut
Meneriaki sekawanan anjing keriput
Badannya wangi bunga melati
Lalat-lalat itu sudah enggan mendekati
Topan Arif
Tulungagung, 13 Desember 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar