Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
▼
Minggu, 26 April 2026
𝗥𝗲𝘀𝗶𝗱𝘂
Aku kira aku telah usai denganmu,
namun diam-diam,
langkahku masih hafal arah pulang
ke tempat yang selalu menyimpan namamu.
Aku hidup seperti biasa,
menata hari seolah tak ada yang hilang,
tapi pada sunyi yang tak bersuara,
kau hadir...
tanpa pernah benar-benar pergi.
Waktu ternyata bukan penghapus,
ia hanya mengajarkanku
bagaimana merapikan luka,
agar tampak seperti tak pernah ada apa-apa.
Dan jika aku masih menoleh sesekali,
mungkin itu bukan tentangmu lagi,
melainkan tentang diriku
yang pernah begitu utuh saat mencintaimu.
Lembah Dieng, 26 April 2026
Sabtu, 25 April 2026
𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗔𝗸𝘂 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗿𝗴𝗶
Jika suatu hari kamu merasa ada yang hilang,
itu karena kamu yang sengaja memberi renggang,
bukan aku yang melangkah untuk meninggalkan,
karena hingga detik ini tempatku masih disini diantara penyesalan.
Mungkin dulu ketakutan terbesarku adalah kehilanganmu, saat ini aku hanya harus membiasakan diri tanpamu.
Bernafas sendirian tanpamu, mengalahkan hari-hari yang mungkin akan jadi hari-hari yang sepi tanpa tegur sapamu, aku harus membiasakan itu.
Hari dimana aku menanyakan kabar mungkin membuatmu bosan.
Semoga kabarmu selalu baik, agar aku tidak lagi memendam pertanyaan di setiap detik.
Setiap pagimu akan jadi lebih baik tanpa rentetan pesanku dan juga malammu mungkin akan penuh dengan mimpi selepas aku pergi.
Sekarang, kamu akan tinggal di dalam arsip dan kapanpun akun rindu aku bisa melihatnya tanpa kamu tahu, bedanya rinduku nanti tidak akan pernah aku beri tahu.
Kamu pun bisa terbebas dari tamparan bertubi-tubi di muka, berapa kali pun aku berusaha responmu juga akan sama acuhnya.
Mungkin dulu aku selalu berharap kita selamanya tapi sekarang harapanku berbeda.
Sekarang aku lebih pasrah,
semoga kamu mendapatkan bahagia
dengan siapapun yang bisa memberimu
gembira.
Malang, 26 April 2026
Malang, 26 April 2026
01.43 untuk yang lahir di 14-06
Setelah kamu pergi...
Pertanyaan yang tersisa masih sama...
Pertanyaan yang tersisa masih sama...
"𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮?"
Namun jawabannya tak pernah kutemukan.
Jahatnya, aku berharap agar kamu tak bisa
benar-benar bahagia diluar sana.
Agar kamu kembali padaku saja.
Tapi, akhirnya aku sadar itu bukan cinta,
itu hanya bentuk keegoisanku belaka.
Ternyata, jatuh cinta paling tulus justru adalah
tentang melepasmu agar kamu bisa bahagia.
Agar aku bisa belajar untuk menghargai
apapun yang kamu pilih.
Malang, 26 April 2026
Namun jawabannya tak pernah kutemukan.
Jahatnya, aku berharap agar kamu tak bisa
benar-benar bahagia diluar sana.
Agar kamu kembali padaku saja.
Tapi, akhirnya aku sadar itu bukan cinta,
itu hanya bentuk keegoisanku belaka.
Ternyata, jatuh cinta paling tulus justru adalah
tentang melepasmu agar kamu bisa bahagia.
Agar aku bisa belajar untuk menghargai
apapun yang kamu pilih.
Malang, 26 April 2026
Jumat, 24 April 2026
𝗕𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗽𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗗𝗲𝘁𝗶𝗸
sempat aku dikekang,
pada sepinya jelaga malang.
hendak aku dikurung,
menyendiri di pojok renung.
malang yang teramat malam,
tak lekas terukir bulan bintang,
tak ada kasih dari remang,
melarut-larut disentuh genggam,
ditengah bising aduan bosan,
ada bulan merah tenggelam.
sempat kukira dia akan hanyut,
namun tangannya lembut merebut.
tak lama purnama tersihir,
menjadi ia yang rupawan,
dengan benang merah yang hadir,
mengikat lenganku bersama bulan.
dia menghadiahiku lima detik,
untuk mencoba lari dari jentik,
namun aku salah arti akan pelik,
dipapah bara cinta yang memantik,
aku kalah pada permainan waktu,
ditipu habis oleh ia yang meluluh,
tapi entah mau atau tak mau,
cintanya sampai kubawa masuk.
asmamu terang membawa rindu,
menyinari bosan dibuat sayang,
purnama hadir kupeluk rengkuh,
raganya nyata membalas imbang.
Malang, 24 April 2026
pada sepinya jelaga malang.
hendak aku dikurung,
menyendiri di pojok renung.
malang yang teramat malam,
tak lekas terukir bulan bintang,
tak ada kasih dari remang,
melarut-larut disentuh genggam,
ditengah bising aduan bosan,
ada bulan merah tenggelam.
sempat kukira dia akan hanyut,
namun tangannya lembut merebut.
tak lama purnama tersihir,
menjadi ia yang rupawan,
dengan benang merah yang hadir,
mengikat lenganku bersama bulan.
dia menghadiahiku lima detik,
untuk mencoba lari dari jentik,
namun aku salah arti akan pelik,
dipapah bara cinta yang memantik,
aku kalah pada permainan waktu,
ditipu habis oleh ia yang meluluh,
tapi entah mau atau tak mau,
cintanya sampai kubawa masuk.
asmamu terang membawa rindu,
menyinari bosan dibuat sayang,
purnama hadir kupeluk rengkuh,
raganya nyata membalas imbang.
Malang, 24 April 2026
—— untuk insan yang tak bosan kurindui ——