▼

Jumat, 24 April 2026

𝗕𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗽𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗗𝗲𝘁𝗶𝗸

sempat aku dikekang,
pada sepinya jelaga malang.
hendak aku dikurung,
menyendiri di pojok renung.

malang yang teramat malam,
tak lekas terukir bulan bintang,
tak ada kasih dari remang,
melarut-larut disentuh genggam,
ditengah bising aduan bosan,
ada bulan merah tenggelam.

sempat kukira dia akan hanyut,
namun tangannya lembut merebut.
tak lama purnama tersihir,
menjadi ia yang rupawan,
dengan benang merah yang hadir,
mengikat lenganku bersama bulan.

dia menghadiahiku lima detik,
untuk mencoba lari dari jentik,
namun aku salah arti akan pelik,
dipapah bara cinta yang memantik,
aku kalah pada permainan waktu,
ditipu habis oleh ia yang meluluh,
tapi entah mau atau tak mau,
cintanya sampai kubawa masuk.

asmamu terang membawa rindu,
menyinari bosan dibuat sayang,
purnama hadir kupeluk rengkuh,
raganya nyata membalas imbang.


Malang, 24 April 2026

—— untuk insan yang tak bosan kurindui ——

Tidak ada komentar:

Posting Komentar