▼

Senin, 24 Agustus 2026

KAU PINDAH, AKU TETAP DIAM

Kau telah pindah rumah, Kekasih—
membawa tawa,
membawa lelaki baru,
membawa hidup yang tak lagi menyebut namaku.

Baguslah.
Barangkali cinta memang sesederhana itu:
mengganti alamat,
lalu berpura-pura
tak pernah kehilangan rumah lama.

Aku?
Masih di sini.
Bukan menunggumu—
aku hanya belum sudi
menjadikan perempuan lain
sebagai obat
bagi luka yang kaulah penyebabnya.

Kau telah menemukan tangan baru
untuk menggenggam masa depan;
aku masih belajar
melepaskan tanganmu
dari masa lalu.

Tapi ada malam-malam tertentu
ketika kehilanganmu terasa begitu utuh:
aku pulang membawa lelah,
membuka pintu yang tak lagi menunggumu,
dan untuk sesaat—
aku masih ingin bercerita kepadamu
tentang hari yang baru saja kulewati.
Lalu aku ingat,
kau sudah menjadi rumah
bagi seseorang yang bukan aku.
Dan malam itu,
aku benar-benar mengerti—
yang hilang bukan hanya kekasih,
melainkan seseorang
yang dahulu membuat hidupku
terasa seperti tempat untuk pulang.

Tenanglah.
Aku tak akan kembali.
Tak akan mengusik rumah barumu.

Jika suatu malam
namaku tumbuh di sela sunyi dadamu,
jangan panggil aku.

Sebab mungkin aku masih mencintaimu,
tetapi aku telah belajar
bahwa mencintai seseorang
tidak selalu berarti
harus kembali kepadanya.

Dan bila kau bertanya
mengapa aku tetap sendiri,

jawabannya sederhana:

aku tidak sedang menunggumu.
Aku hanya sedang belajar
hidup tanpa seseorang
yang pernah kupikir
akan menua bersamaku.



Topan Arif
Malang, 25 Agustus 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar