Kamu adalah sosok yang meng-ajap setiap kata menjadi puisi
Kurangkai kata demi kata menjadi sebuah karya
Indah, bagai senyummu yang mempesona
Walaupun ku tahu kemilau diksiku ini tak mampu menerobos dinding hatimu yang niskala
Untukmu, wahai pemilik bola mata askara
Untukmu, wahai peredam lara
Entah benar atau tidak caraku mencinta
Cara mencintaimu kali ini benar-benar ku suka
Kau hanya tak perlu tau seperti apa gambaranmu diatas bait puisiku
Tapi satu yang harus kau tau, aku tulus menyimpanmu di lubuk locitaku
Aku menyimpanmu jauh di dalam lubuk hatiku
Aku menyimpanmu disetiap lembar bukuku
Aku menyimpanmu diatas kertas putih yang ternoda itu
Aku menyimpanmu jauh dalam anganku
Aku menyimpanmu di setiap bait puisiku
Aku menyimpanmu dalam indah rangkaian diksiku
Aku menyimpanmu diantara majas yang terngiang dipikiranku
Aku menyimpanmu disetiap kepulan asap rokokku
Aku menyimpanmu disetiap detik nafasku meskipun kau tak perlu tau
Entah seperti apa kamu di dalam samastaku
Pernah terpikir ingin duduk berdua denganmu
Membahas semua perihal singkat antara aku dan kamu
Hanya ditemani sepasang bola mata askara yang enggan diselimuti pilu
Waktu menyaksikan asmara sedang berkembang
Mengintrogasi cinta dalam setiap hela nafas yang berpacu dengan jantung yang berdegup kencang
Topan Arf
Tulungagung, 31 Oktober 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar