Kita semua pelacur di bumi ini—
tenang, jangan tersinggung.
Kata itu cuma terdengar kasar
karena kita belum menemukan
versi korporatnya.
Ada yang menjual tubuh,
ada yang menjual waktu,
ada yang menjual prinsip
demi jabatan dan tepuk tangan.
Kita hanya berbeda lapak:
yang satu di pinggir jalan,
yang lain di atas podium
dengan jas lebih mahal
dan dosa lebih wangi.
Jangan buru-buru merasa suci.
Cermin pun kini punya algoritma:
hanya memantulkan wajah
yang ingin kita like.
Dunia adalah germo tua—
tak pernah memaksa,
hanya pandai menawarkan harga
ketika manusia sedang lapar.
Maka jangan bangga
pulang tanpa noda.
Bisa jadi kau bukan lebih suci,
hanya lebih mahal
dan lebih pandai
menyembunyikan kuitansi.
—Topan Arif
Malang, 25 September 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar