▼

Senin, 07 September 2026

YANG TAK DIUNDANG

Di keramaian, kau menabur ratna pada telapak-telapak yang datang dan pergi; sedang satu nama kau simpan di lipatan sunyi— seperti surat yang terlalu lama tak dianggap perlu dibaca.

Kau pandai merawat riuh, namun gagap mengenali gema yang pulang membawa luka.

Barangkali begitulah cara sesuatu menjadi fana: bukan lantaran kehilangan cahaya, melainkan terlalu lama diletakkan di bawah bayang-bayang yang kau kira tak akan pernah beranjak.

Dan kelak, ketika sunyi akhirnya menyebut namamu dengan utuh, jangan buru-buru menyebutnya kehilangan.

Mungkin ia hanya sedang memetik dirinya kembali dari tempat yang tak pernah sungguh-sungguh memberinya kedudukan.



Topan Arif
Malang, 8 September 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar