Ketika cinta adalah pergulatan
Dan hidup adalah perang
Saat aku tak mampu lagi berjuang
Dan ketika kakiku mulai lemah pecah-pecah digilas kenyataan
Saat aku terkurung
Menimpa semua beban dalam hidup
Bahkan kelaparan menyeretku
Bertahan berhari-hari
Waktu seakan mati
Detik seakan sunyi
Dan senyum tawa getir menjadi teror ketakutanku
Sendiri dalam kematian di dalam hidup
Sendiri dalam kematian di dalam hidup
Dan mereka mengepung
Saat kurasakan pisau kepedihan menyerempet kulitku
Hatiku seakan tak mampu berteriak lagi
Sakit
Sakit
Sekat tersekat oleh sesak
Kamu datang
Kamu menyentuh
Kamu memeluk
Kamu menyentuh
"Dunia ini adalah zona perang, ucapmu"
Dan aku punya tameng, yang kelak akan kamu pakai sebagai perisai kehidupan demi kehidupan....
Dan menceritakan
Mengabarkan kepada zaman
untuk aku tidak menyerah
BERJUANG
BERJUANG
BERJUANG
Karena cintamu
Karena percayamu
Karena pedulimu
Karena welasmu
Jika kebencian adalah racun, maka cinta adalah obatnya
Dan kaulah yang mengusir iblis dari pintuku
Saat mereka menyudutkanku
Hampir menyerah
Sekap menikam
Tidur mengusap
Tanpa air mata lagi
Karena nyala di dalam bara padam seiring waktu
Dan sesekali terjadi
Karena kutahu kini aku tak sendiri
Seratus ribu tentara di langit
Aku tak perlu kuatir malam yang tetaplah gelap
Denganmu di sisiku
yang menjaga hati
yang menawar letih
Bak tentara malaikat
“ceritakan kepada dunia dan kabarkan kepada masa setiap detik keringat letih akan terbayar, dan kamu yang akan mengemasi jasadku hingga nisan yang kamu tanam menjadikan sebuah prasasti bahwa perseteruan hati tak akan pernah berguna, bahwa cinta adalah keindahan semesta, menelan semua ambisi, membuang jauh semua ke-akuan, mempercayakan kepada takdir sebagai jawaban atas doa-doa yang terucap, dan hati itu adalah suci, hati itu adalah peradaban bukan lagi kasta bahkan pengungkit perbedaan”
Aku yang hanya lah Bagian yang Hilang.
2024