▼

Minggu, 21 Januari 2024

Jarak dan Waktu

Dua puluh empat jam,
Kita dimakan hari dan malam
Ada yang mondar mandir dalam dada
Tanpa jeda tanpa aba-aba

Hingga acap kali diketuk pintu kalbu
Menyilahkan para hantu datang bertamu

Dua puluh empat jam, 
Kita disulut pertikaian
Ada pembantaian tak terbaca
Meninggalkan peta cekam juga udara dicerai sia-sia

Ini raga punya siapa? 
Bila kita tak kuasa menghentikan tua

Dua puluh empat jam, 
Kita tak kenal diam selain kematian
Ada pertemuan rahasia antara jujur dan dusta
Saling menikam

Kita masih ada di antara tebing dan ngarai
Dari kelana yang tak kunjung usai

Dua puluh empat jam, 
Kita mengarungi masa
Ada bahtera telah menjauh dari pantai
Mengarungi badai menghempas layar hingga kusut masai

Karam perahu; 
Kita tak pernah tahu

Topan Arf
Tulungagung, 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar