berteman pena yang asyik merangkai diksi menjadi kata
tembakau dan cengkeh bercumbu di sebatang keretek
dibakar api menyala dari korek.
Kenangan enggan beranjak
dan sang waktu terus berjalan
Luka menginflasi hati, dada terasa sesak
perasaan menjadi liar, melahirkan penyesalan.
Keretekku sudah terbakar menjadi abu
Kopi di cangkir perlahan habis bagai rindu yang tergerus waktu
Tapi rasa masih utuh
Pena masih sibuk, melukis tinta kenangan di selarik kertas simpuh.
Topan Arf
Tulungagung, 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar