Senin, 04 Maret 2024

𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚 𝐑𝐢𝐧𝐝𝐮

Secangkir kopi pahit mengepulkan asapnya
berteman pena yang asyik merangkai diksi menjadi kata
tembakau dan cengkeh bercumbu di sebatang keretek
dibakar api menyala dari korek.

Kenangan enggan beranjak
dan sang waktu terus berjalan
Luka menginflasi hati, dada terasa sesak
perasaan menjadi liar, melahirkan penyesalan.

Keretekku sudah terbakar menjadi abu
Kopi di cangkir perlahan habis bagai rindu yang tergerus waktu
Tapi rasa masih utuh
Pena masih sibuk, melukis tinta kenangan di selarik kertas simpuh.




Topan Arf
Tulungagung, 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Upon the Ruins of Mine Own Soul

Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...