Sabtu, 21 Desember 2024

LOGIKA HAMPA

Aku masuk ruang hening yang bising
Gelap berteriak pada jarak
Memecah hampa ceruk ruang deru nyaring
Hembus angin menyapa angan yang berarak

Aku sudah sampai di titik tertinggi dari kesepian
Saat tidak ada yang membangunkanku dari lelap tidur malam
Saat tidak ada yang menungguku untuk pulang dari penat seharian
Saat tidak ada yang melarangku pergi kemanapun
Saat tidak ada lagi yang menyapaku sepanjang jalan
Saat tidak ada yang melihatku dalam gelap
Saat tidak ada yang mendengar suaraku berteriak

Apakah ini yang disebut kebebasan?
Ketika satu ditambah satu sama dengan lima
Ketika perut masih butuh nasi
Ketika bibir masih butuh menghisap rokok
Kenapa terasa sulit untuk menggunakan logika?
Saat pikiran bebas tapi kenyataan terasa hampa
Lantas bagaimana dengan kehampaan itu sendiri?
Ketika berdiam diri di dalam teriakan
Berlari tanpa langkah kaki, juga 
Bersembunyi dalam sepi
Apakah ini kebebasan dengan kehampaan?
Dunia hanya akan merantaiku dari kebebasan dan mengurungku di kehampaan

Aku masih menerka apakah tenangku seperti saat ini ?
Ketika badaiku sudah tidak terlalu berisik dan menyisakan ruang hampa yang hancur berserakan
Aku tidak tahu seberapa jauh badaiku menerpa hidupmu kemarin
Aku juga tidak tahu seberapa jauh terpaanku mengenalmu
Hanya saja aku merasa gagal menciptakan tenang untukmu

Aku terbelenggu dalam bentengmu
Mau sekuat apapun aku dan setegar apapun aku untuk menembus bentengmu, aku akan tetap memilih diam untuk melampiaskan rasa lelah karena aku tahu mengeluh tidak akan membuatku terlepas dari masalah.
Aku harap rantaiku bisa lepas dari genggammu dan aku bisa bebas menjadi apapun tanpa harus menjelma jadi anjing peliharaanmu

Saat tulisan ini tiba kepadamu nanti
Aku akan bebaskan logikamu menerka setiap maksud yang digoreskan tinta pada kertas hampa
Jika kelak kamu menemukan awan di dalam lautan
Selamat menikmati dunia yang bebas dan lepas



- Dari keresahan seorang teman -
   Topan Arif
   Tulungagung, 21 Desember 2024

Sabtu, 14 Desember 2024

JALANG

Si jalang sedang bermain cinta
Hatinya rantai putus
Tak pernah dicumbu pelumas baja
Karat mengikat badan ia yang lurus

Rambutnya selendang mayang
Penuh warna terpancar manisnya pada mata yang memandang
Menari diantara bayang-bayang
Konsepsi hidung belang melayang-layang

Ia mendekati lelaki itu lagi
Tubuhnya ia kupas
Ia berkata "hatimu mangga busuk"
Seketika manisku sirna

Si jalang membasuh birahinya dengan air mata
Si hidung belang kehilangan sperma
Puas dehaga si jalang menghirup udara
Melangkah kakinya terseok-seok matirasa

Suaranya merdu bak kaset kusut
Meneriaki sekawanan anjing keriput
Badannya wangi bunga melati
Lalat-lalat itu sudah enggan mendekati


Topan Arif
Tulungagung, 13 Desember 2024

Upon the Ruins of Mine Own Soul

Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...