Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala,
ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri;
menyantap serpihan diri dengan mulut yang dibiasakan tersenyum,
sementara cermin-cermin menahbiskan retaknya sebagai cela
dan dunia, dengan lidah berlumur prasangka,
menjatuhkan fatwa atas reruntuhan
yang bahkan tak pernah mereka saksikan ketika sedang dibangun.
Betapa purba azab menjadi diri sendiri—
ketika segenap semesta bersekongkol menjadi hakim,
sedang satu-satunya terdakwa
tak pernah diberi hak untuk menerangkan lukanya.
Ia telah menempuh nekropolis di dalam dadanya,
mengarak jenazah harapan melewati lorong-lorong tanpa alamat;
di sana, doa-doa membatu sebelum sempat menjelma langit,
dan penerimaan tumbuh sebagai duri
pada rahim jiwa yang tak lagi mengenali musim.
Tak seorang pun mafhum:
betapa berabad-abad dapat bersarang dalam satu malam,
betapa sebuah nama sanggup menjadi makam,
dan betapa seseorang bisa karam
di samudra yang seluruh airnya
berasal dari matanya sendiri.
Maka ia pun belajar memeluk kehancuran
seperti bumi memeluk kawah—
bukan sebab luka telah kehilangan nyala,
melainkan sebab tak semua api
dikaruniai bahasa untuk menyebut dirinya terbakar.
Jika kelak ia tampak tabah, jangan buru-buru menyebutnya sembuh;
barangkali ia hanya telah fasih menerjemahkan kepedihan
ke dalam dialek yang tak lagi dimengerti air mata.
Ada peperangan yang tak meninggalkan darah pada pakaian,
hanya kuburan-kuburan kecil di dalam cara seseorang memandang dirinya;
ada kemenangan yang menyerupai kekalahan,
ketika manusia berhasil bertahan
tetapi kehilangan begitu banyak bagian dari dirinya
hingga kepulangan pun terasa seperti mengunjungi orang asing.
Dan apabila dunia tetap menudingnya sebagai segala yang buruk,
biarlah—ia telah terlalu lama menjadi altar bagi penghakiman.
Sebab dii antara segala yang pernah meninggalkannya,
semoga tak ada satu pun yang lebih dahulu ia relakan pergi:
dirinya sendiri,
rumah terakhir yang pintunya masih terbuka
meski seluruh penghuninya telah lama menjadi puing.
—Topan Arif
Tulungagung, 10 Oktober 2026