Hari ini aku akan mengakui,
Sudah hilang harga diri dihadapanmu, perilakumu membuatku berpikir bahwa aku sudah tidak berharga lagi di jauh matamu memandang, aku adalah sampah yang kamu buang dengan cuma-cuma.
Aku pernah berusaha menjadi lelaki penurut tapi aku ditindas.
Aku pernah berusaha menjadi laki-laki yang tulus tapi aku tidak dihargai.
Aku juga berusaha menjadi lelaki yang sabar tapi lagi-lagi aku dihancurkan, dikecewakan.
Ternyata benar, berusaha terlalu keras buat membuktikan seberapa tulusnya aku ke kamu hanya membuatku semakin kamu rendahkan. Aku mati-matian membuktikan kalau aku sayang, dengan gampangnya kamu mati-matian menyakiti perasaanku dengan segala penilaian yang keluar dari mulutmu maupun ketikanmu.
Melihat respon kamu yang seperti itu membuatku berpikir mungkin saja pernaku sudah tidak lagi kamu butuhkan. Mungkin aku laki-laki tidak tahu diri yang selalu ingin dicintai hebat olehmu tanpa berkaca seburuk apa diriku. Egomu terlalu tinggi dek, sampai kamu lupa laki-laki ini lebih mengutamakan dirimu daripada dirinya sendiri, tanpa kamu sadar dia selalu mengalah denganmu, selalu sabar menghadapi sikapmu tanpa kamu berpikir apa yang sedang aku rasakan karena bagimu itu menyenangkan.
Berhenti menyirami tanaman mati,
Saling menghargai itu omong kosong,
Semua itu tergantung kepentingan,
Semua akan dihargai kalau sedang dibutuhkan.
Topan Arif
Tulungagung, 29 November 2024
Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar