Sabtu, 12 September 2026

FRAGMEN HERAKLEITUS TENTANGMU

Jangan mengajariku rindu.

Aku sudah lama menjadi murid
dari kehilangan yang tak pernah lulus
dari pelajaran tentangmu.

Aku tetap tinggal
di kamar yang merekam kita
dengan begitu teliti—
pada dinding yang pernah menyimpan tawa,
pada seprai yang hafal bentuk tubuhmu,
pada jendela yang pernah kita pakai
untuk menghitung hujan
seolah waktu bisa dibujuk
agar tidak lekas pulang.

Setiap sudut masih menyimpanmu
seperti debu menyimpan jejak
dari sesuatu yang telah lama pergi.

Dan aku,
lelaki yang terlalu bodoh untuk pindah,
masih menyalakan lampu
di tempat yang bahkan bayanganmu
sudah tak sudi kembali.

Sementara kamu, nona,
telah pulang
ke kamar masa kecilmu—
tempat dinding-dindingnya
tidak mengenal suara pertengkaran kita,
tempat bantalmu tidak pernah basah
oleh percakapan yang gagal diselesaikan,
tempat malam tidak perlu mengingat
bagaimana dua manusia
yang saling mencintai
bisa saling menjadi luka.

Barangkali itu sebabnya
kamu tampak baik-baik saja.

Sebab kau pulang
ke tempat sebelum aku ada.

Sedangkan aku
terpaksa tinggal
di tempat setelah kita berakhir.

Di sini,
patah-patahan kecewa
masih berserakan di lantai.
Aku memungutnya satu per satu,
mengira ia pecahan kaca—
padahal mungkin
ia hanya sisa-sisa diriku
yang belum sempat kau bawa pergi.

Jadi jangan mengajariku rindu.

Rindu bukan sesuatu
yang bisa diajarkan kepada seseorang
yang setiap malam
tidur bersama bekas-bekasmu.

Kau mungkin telah pulang, nona,
tetapi aku masih tinggal
di kamar yang pernah menjadi kita.

Dan yang paling menyakitkan
bukan kenyataan bahwa kau pergi—

melainkan kamar ini
masih begitu pandai
membuatmu terasa dekat
kepada seseorang
yang sudah tidak lagi
ingin mengingatku.


Topan Arif

Malang, 13 September 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Upon the Ruins of Mine Own Soul

Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...