Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Jumat, 01 November 2024
Sediakan Aku Pulang Meski Tak Banyak Waktu Untuk Mengisi Ruang
Menyelamlah di sepanjang 𝑛𝑎𝑑𝑖 yang membentuk diriku
Sambil aku mengumpulkan keberanian untuk memangkas jarak mataku dengan matamu
Biar segera kita lihat bintang kecil
Di 𝑠𝑎𝑟𝑖𝑟𝑎 cinta yang mungil
Semalam aku memprovokasimu ke dalam mimpiku dan merudapaksa untuk bicara
Tetapi kamu lari hingga aku terbangun dalam perasaan kecewa
Rindu di dada seperti sekawanan laron pada lampu
Menggerayang tanpa ampun secara brutal menyerangku
Aku menghabiskan banyak malam sembari melihatmu menari di pikiran
Kamu melenggang diantara banyak pertanyaan
Sudah lewat malam larut pada hari berulang
Pikiranku tentangmu tak juga tenang
Aku membayangkan kita ada di sana
Di hamparan sabana liar yang hijau
Segerombolan burung kecil menari di udara
Menukik di hadapan kita menyapa dengan kicau
Bisakah kamu sediakan pulang walau aku tidak punya banyak waktu untuk mengisi ruang?
Siluet tubuhmu terus saja pergi melenggang
Gerak wajahmu terus menghindar saat menyadari tatap mataku
Di bagian paling dalam palung dada rindu itu bayang-bayangmu selalu mengganggu
Topan Arf
Tulungagung, 2 November 2024
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar