Andai aku kue sagu itu,
aku akan jadi sarapan favoritmu setiap pagi,
yang kamu sesap sebelum kamu lahap,
yang selalu kamu butuhkan setiap ingin bertatap harap.
Andai aku kopi panas itu,
aku akan hangatkan setiap pagimu,
menemani kue sagu manis dan gurih yang menari di mulutmu,
yang selalu jadi wajibmu tiap kali kamu bertemu rindu.
Andai aku tray persegi di dalam ovenmu,
aku adalah yang selalu jadi butuhmu,
membantumu menyempurnakan karya dari tangan kecilmu itu,
yang selalu kamu bersihkan dari kerak cemburu selepas lama tidak bertemu.
Andai aku fermipan,
kupastikan cintamu mengembang,
menciptakan asmara yang sempurna dalam takar cinta,
yang selalu kamu nikmati sembari menggelengkan kepala dibuainya.
Andai aku clarified butter,
menambah harum wangi aroma paras wajahmu yang juwita,
membebaskanmu dari belenggu laktosa murung karena luka,
yang terdapat vitamin C,I,N,T,A untuk kamu merasakan bahagia.
Andai samastaloka merestui semua semoga,
akulah pelengkapmu untuk mengarungi asmaraloka,
semoga hyang tunggal merestui catra cinta,
diantara asmaradhana kurapalkan kidung doa mengiringi kisah kita.
Topan Arif
Tulungagung, 11 November 2024
Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar