Kamis, 10 September 2026

ELEGIA BAGI DOA YANG PULANG DENGAN TANGAN KOSONG

Kemarin,  
sebuah nama masih digantungkan  
pada lengkung langit—  
seperti doa yang percaya  
bahwa manusia dapat berubah  
hanya karena dicintai  
dengan kesabaran yang tak bertepi.

Harapan tumbuh  
di tanah yang retak,  
menjadi bunga-bunga yang tak sempat mekar;  
sebab waktu rupanya lebih pandai  
memelihara kehilangan  
daripada mengajarkan seseorang  
cara tinggal.

Ada hati yang menunggu  
di ambang musim,  
sementara yang ditunggu  
tak pernah belajar menjadi teduh.

Hari-hari pun berjalan  
dengan kaki yang semakin berat,  
mengangkut serpihan perasaan  
yang tak pernah sempat diberi nama.

Lalu doa berganti arah.

Bukan lagi tentang seseorang  
yang diharapkan berubah,  
melainkan tentang hati  
yang harus diselamatkan  
dari harapan yang terlalu tinggi.

Sebab tidak semua manusia  
ditakdirkan menjadi rumah.  
Sebagian hanya menjadi persinggahan—  
meninggalkan jejak kaki  
di halaman batin,  
lalu pergi sebelum senja  
sempat selesai menyalakan warna.

Dan betapa getirnya takdir:  
yang dahulu dimohon  
agar menetap,  
kelak harus dilupakan  
agar hidup dapat berlanjut.

Nama itu akhirnya  
menjadi nisan kecil  
di pemakaman ingatan;  
tidak benar-benar mati,  
hanya berhenti dipanggil.

Di sana,  
cinta yang pernah begitu riuh  
perlahan menjadi debu,  
rindu kehilangan suaranya,  
dan sebuah hati belajar  
bahwa kehilangan tidak selalu berarti  
seseorang telah pergi.

Kadang,  
yang pergi adalah harapan  
tentang siapa seharusnya ia menjadi.

Maka Tuhan tidak mengubahnya.

Tuhan hanya membiarkan waktu  
mengubah hati yang menunggu—  
hingga ia mengerti:

ada doa yang dikabulkan  
bukan dengan menghadirkan seseorang,  
melainkan dengan mengajarkan  
cara hidup setelah seseorang  
tak lagi menjadi tujuan.


Topan Arif
Malang, 10 September 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Upon the Ruins of Mine Own Soul

Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...