Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Kamis, 20 Juni 2024
Satu Kolong Malam
Mungkin aku tidak pernah nyata melihatmu
Mungkin juga aku tidak pernah merasakan sentuhanmu
Semua terasa begitu fana
Yang sudah kita lalui perlahan sirna
Dunia ini begitu gelap
Saat bayangmu tidak nampak dalam cahaya yang gemerlap
Hening malam bersetubuh sang bayu
Mengubur rindu dalam pekat sayu
Dunia-ku hilang
Gelap, tanpa cahaya terang
Hanya tersisa aroma kenangan
Lalu, lenyap tenggelam bersama angan
Topan Arf
Tulungagung, 20 Juni 2024
Langganan:
Postingan (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...