Gelap berteriak pada jarak
Memecah hampa ceruk ruang deru nyaring
Hembus angin menyapa angan yang berarak
Aku sudah sampai di titik tertinggi dari kesepian
Saat tidak ada yang membangunkanku dari lelap tidur malam
Saat tidak ada yang menungguku untuk pulang dari penat seharian
Saat tidak ada yang melarangku pergi kemanapun
Saat tidak ada lagi yang menyapaku sepanjang jalan
Saat tidak ada yang melihatku dalam gelap
Saat tidak ada yang mendengar suaraku berteriak
Apakah ini yang disebut kebebasan?
Ketika satu ditambah satu sama dengan lima
Ketika perut masih butuh nasi
Ketika bibir masih butuh menghisap rokok
Kenapa terasa sulit untuk menggunakan logika?
Saat pikiran bebas tapi kenyataan terasa hampa
Lantas bagaimana dengan kehampaan itu sendiri?
Ketika berdiam diri di dalam teriakan
Berlari tanpa langkah kaki, juga
Bersembunyi dalam sepi
Apakah ini kebebasan dengan kehampaan?
Dunia hanya akan merantaiku dari kebebasan dan mengurungku di kehampaan
Aku masih menerka apakah tenangku seperti saat ini ?
Ketika badaiku sudah tidak terlalu berisik dan menyisakan ruang hampa yang hancur berserakan
Aku tidak tahu seberapa jauh badaiku menerpa hidupmu kemarin
Aku juga tidak tahu seberapa jauh terpaanku mengenalmu
Hanya saja aku merasa gagal menciptakan tenang untukmu
Aku terbelenggu dalam bentengmu
Mau sekuat apapun aku dan setegar apapun aku untuk menembus bentengmu, aku akan tetap memilih diam untuk melampiaskan rasa lelah karena aku tahu mengeluh tidak akan membuatku terlepas dari masalah.
Aku harap rantaiku bisa lepas dari genggammu dan aku bisa bebas menjadi apapun tanpa harus menjelma jadi anjing peliharaanmu
Saat tulisan ini tiba kepadamu nanti
Aku akan bebaskan logikamu menerka setiap maksud yang digoreskan tinta pada kertas hampa
Jika kelak kamu menemukan awan di dalam lautan
Selamat menikmati dunia yang bebas dan lepas
Apakah ini kebebasan dengan kehampaan?
Dunia hanya akan merantaiku dari kebebasan dan mengurungku di kehampaan
Aku masih menerka apakah tenangku seperti saat ini ?
Ketika badaiku sudah tidak terlalu berisik dan menyisakan ruang hampa yang hancur berserakan
Aku tidak tahu seberapa jauh badaiku menerpa hidupmu kemarin
Aku juga tidak tahu seberapa jauh terpaanku mengenalmu
Hanya saja aku merasa gagal menciptakan tenang untukmu
Aku terbelenggu dalam bentengmu
Mau sekuat apapun aku dan setegar apapun aku untuk menembus bentengmu, aku akan tetap memilih diam untuk melampiaskan rasa lelah karena aku tahu mengeluh tidak akan membuatku terlepas dari masalah.
Aku harap rantaiku bisa lepas dari genggammu dan aku bisa bebas menjadi apapun tanpa harus menjelma jadi anjing peliharaanmu
Saat tulisan ini tiba kepadamu nanti
Aku akan bebaskan logikamu menerka setiap maksud yang digoreskan tinta pada kertas hampa
Jika kelak kamu menemukan awan di dalam lautan
Selamat menikmati dunia yang bebas dan lepas
- Dari keresahan seorang teman -
Topan Arif
Tulungagung, 21 Desember 2024