Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Minggu, 08 September 2024
Kabut di Ancala
Ketika kabut mulai turun
Kian keras rindu terbantun
Sedih terasa mengangkis
Di dataran sendang, awan menahan gerimis.
Ada ragu antara rumput dan ilalang
Menyongsong kekasih atau menjemput dendam
Aku tersadar lengkung horison semakin samar
Jarak kita laksana ujung palka yang timbul tenggelam.
Sejauh nayanika memandang
Hamparan putih yang kudapatkan
Tak ada bayangmu di sana
Saat sandhya surya perlahan sirna
Kucumbu rindu di antara pekat halimun
Dalam pekat yang menusuk sayup malam
Yang tersisa hanya kegelapan
Dahan-dahan di hati mulai melebam
Hanya tersisa senja yang suram
Meski namamu tak luput dari ingatan
Tertanam di sudut atma
Karena rindu yang telah membentala
Seulas senyumu mengkail lara
Membawa terbang dalam kegelapan
Dalam balutan kabut rindu mendalam
Sunyi hati perlahan menyapa
Embusan bayu memberi warna
;Cinta
Sendang dengan segala kenangan.
Topan Arf
Penampihan, 2 September 2024
Langganan:
Postingan (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...