Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Minggu, 21 Januari 2024
Berapa banyak hati yang akan tersakiti?
Semenjak awal pertemuan itu
Hatiku mulai membaur
Lebur, menjadi satu dalam rangkaian kisah
Lembar demi lembar tercipta coretan yang indah
Hebat sekali sosokmu bisa merampas akalku
Jadi tokoh utama dalam tulisan dan anganku sepanjang hari
Kini aku sedang sibukkan diri, dengan kisah begini
Paham bahwa nyatanya aku dan kau tak menjadi kita
Selang beberapa waktu satu fakta terungkap
Aku yang hanya jadi pemeran kedua dari kisah lama yang tersingkap
Akal sehatku perlahan menjadi liar
Hati yang terluka membawaku hanyut dalam peristiwa yang sukar untuk dinalar
Lantas aku mulai memainkan peran
Menjadi pemeran utama perihal luka dari deretan insan
Muncul dari dalam benak yang mencoba sadar dari dalam diri
Berapa banyak hati lagi yang akan tersakiti?
Aku tak pernah menjadi sesal atas ini
Sebab biar saja aku ikuti alur cerita Tuhan,
Atas segala rasa, cinta, dan harap yang tercipta
Terima kasih pernah singgah sebentar di sisi.
Takdir bisa mengubah yang tidak cinta menjadi cinta,
tetapi cinta? Cinta tidak akan pernah bisa mengubah yang tidak takdir menjadi takdir
Jika suatu saat kamu mampu menemukan sosok aku yang mampu tersenyum tanpamu.
Percayalah,
Sehancur itu aku pernah,
Menangis karena tidak sanggup mengakhiri pertemuan itu aku pernah,
Memeluk erat namamu dalam doa-doaku aku pernah,
Menyakini jika hidup tanpamu akan ada bahagia, aku pernah.
Melangkahlah,
Meski kita tak lagi searah.
Kelak...
Siapapun yang akan menjadi pengganti diriku,
Semoga dia lebih baik dalam segala hal, termasuk mencintaimu.
Topan Arif
Madiun, 20 Desember 2023
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar