Sejenak aku pandang kertas yang buram
Huruf berlalu lalang di depan mataku tanpa tulisan
Tanpa kiasan
tanpa diksi
ataupun majas
yang samar
mengabu
hampa kosong
tanpa makna
Aku tatap kertas dengan diam
Membawa hari hingga malam
Telah lama pudar satu senyum
Pikiran telah jadi kelam
Kertas masih berwarna putih
Tanpa ada goresan kecil warna hitam
Cemas tidak pernah memberi kasih
Kalut tidak pernah memberi salam
Kosong kertas tanda kosong kepala
Diri tidak menangkap sepatah kata
Tak mampu menuliskan sebuah rasa
Tak mampu mengutarakan lara
Mana?
Kemana !!
Jelas semua
Tadi ada dikertas ini
Adakah kau nampak?
Tinta hitam dengan selembar
kertas putih dibawahnya
Adakah kau nampak?
Kemana sajak-sajak itu pergi
ataukah
mereka
sedang
bersetubuh bersama sajak sebelah
Tunggu biar aku lihat kembali kertas kosongku.
Topan Arif
Tulungagung, 21 Mei 2025
Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Selasa, 20 Mei 2025
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar