Minggu, 06 September 2026

Judi Online

Kau tak pernah menjanjikan cinta,
aku saja yang terlalu pandai
mengubah dusta menjadi peluang.

Kupasang seluruh rindu
pada namamu—
sebab manusia memang makhluk ganjil:
rela bangkrut demi kemungkinan
yang bahkan tak pernah ditawarkan.

Pesanmu kusebut jackpot,
diammu kusebut fluktuasi,
pengkhianatan kusebut risiko,
dan kebodohanku sendiri
kusebut kesetiaan.

Betapa canggihnya cinta:
ia mampu membuat kehancuran
terlihat seperti investasi.

Aku terus menekan ulang,
meski saldo kewarasan menipis,
meski hati telah memberi peringatan:

permainan ini dirancang agar kau kalah.

Tapi bukankah begitu manusia mencintai?
Mengetahui dirinya sedang dibodohi,
lalu menyebutnya takdir.

Dan kau—
tetap menjadi bandar paling indah
yang tak pernah memintaku berjudi.

Akulah yang datang membawa modal,
mempertaruhkan harga diri,
lalu pulang dengan satu kemenangan:

kesadaran bahwa cinta paling mahal
sering kali adalah cinta
yang kita beli sendiri
dengan kebodohan.




Topan Arif
Malang, 6 September 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Upon the Ruins of Mine Own Soul

Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...