Kamis, 14 November 2024

Asmaradana

Di malam yang sunyi senyap memelas,
ada bunga keluar mekar dari kuncupnya.
Terlahir cantik dan indah bagai arutala selaras,
sinarnya terpancar, temaramnya swastamita jelita. 

Sepasang bola mata askara menari menatap ambara,
gadis ayu berjalan beriringan wangi mawar melati pada tubuhnya.
Cantik terpancar aura putri raja,
membuat seluruh semesta terpesona hanvi dahayunya. 

Ingin sekali ku cumbu paras cantikmu,
kutelanjangi dengan gairah romantismemu,
kuteriakkan kepada dunia bahwa aku ingin milikimu,
sungguh sejatinya nirankara yang hyang bathara cipta untuk ku puja. 

"Gegaraning wong akrami
Dudu bandha dudu rupa
Amung ati pawitane
Luput pisan kena pisan
Yen gampang luwih gampang
Yen angel angel kalangkung
Tan Kena tinumbas arta" 

Duh sang dewi,
jangan menghindariku wahai juwita,
sungguh aku tak mampu membendung asmara yang membabi buta.
Kemarilah, bersamamu akan kurengkuh semua bahagia di samastaloka dari para dewa. 

"Kidung kedresaning kapti
Yayah nglamong tanpa mangsa
Hingan silarja jatine
Satata samaptaptinya
Raket rakiting ruksa
Tahan tumaneming siku
Karasuk sakeh kasrakat"


Topan Arif
Tulungagung, 12 November 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Upon the Ruins of Mine Own Soul

Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...