Aku dicintai kamu dengan utuh
seperti acuh tapi perasaan di hati sangat riuh
aku tersenyum tersipu menyukai caramu yang angkuh
lebih setan dari setan yang bergentayangan dalam angan yang ingin merengkuh
Singkatmu sangat bermakna
terkadang aku menerka
menanyakan pada sapa apakah kamu hanya pura-pura
ataukah memang sifat alamimu seperti itu untuk mencinta?
tetapi aku mulai paham akan caramu membuatku bahagia
Kamu mengolah dengan sangat indah posesifku
membuatku seakan terbelenggu oleh rindu
Aku berperang hebat dengan cemburu dalam diri
menebalkan selaput cinta yang membungkus setiap inci ruang dalam hati
Aku egois tentang apapun yang menghubungkan kita
bahkan angin pun tidak kurelakan berhembus di rautmu yang juwita
Sempat terbesit penyesalan di masa lampau
mengapa baru kutemukan kamu disaat sinarku sudah pudar dari kisah lalu yang parau
Mutlak kamu jadi satu-satunya orang yang menempati rumah megah yang ku bangun di palung hati
Takkan ada yang mampu menembusnya karena kamu pemegang kuncinya
Berdiri kokoh benteng-benteng yang direkatkan oleh rindu
Meriam-meriam penghancur kekecewaan sudah siaga melepaskan artilerinya
Topan Arif
Tulungagung, 15 November 2024
Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐ธ๐ฎ๐บ๐ ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar