Aku belajar menjauh saat sadar bahwa sudah diabaikan
Aku belajar untuk mengambil jarak saat sadar sudah tidak dipedulikan
Aku belajar untuk berkata tidak saat tahu dicari hanya untuk dibutuhkan
Aku belajar menempatkan diri dimana posisiku berada, jangan sampai saat kamu disampingku hanya karena waktu luangmu
Dan saat saat bahagia, kamu tidak pernah mau menghabiskan waktu dengan aku
Sekarang belajar untuk tidak berlebihan lagi
Belajar untuk tidak mengharapkan lagi
Kalau diabaikan ya aku abaikan juga
Karena kalau kamu memang yang terbaik maka kamu akan memperlakukanku dengan baik juga
Aku tidak menyalahkan keadaan
Hanya aku sadar diri dengan segala kekurangan
Terkadang aku merasa pantas untuk diabaikan
Sebab aku juga tidak terlalu sempurna untuk diperhatikan
Jika kelak semua tidak seperti biasa, maka kamu harus terbiasa tanpa semua
Ternyata makin kesini makin paham
Bukan aku yang kurang baik dalam memperlakukan kamu
Namun kamu yang sedari dulu tidak paham bagaimana cara merespon setiap perlakuan khusus yang pernah aku berikan
Aku terlalu memikirkan orang lain hingga tidak sadar jika diriku sendiri sedang terluka
Yang aku rasa terkadang sikapmu sangat membingungkan
Kadang kamu terlihat sangat menginginkan aku
Kadang juga kamu seolah tidak pernah menginginkanku
Mentalku sudah berantakan
Jadi mau bahagia ataupun sedih bagiku sama saja
Aku sudah tidak bisa merasakan apa-apa, bahkan aku sendiri tidak tahu
Apakah aku sedang senang atau sedih semuanya seperti hampa
Balajarlah untuk peduli dan menghargai karena aku ingin melihat bahagiamu walaupun bahagiamu tidak bersamaku
Di kesempatan kedua yang kamu beri
Kamu berhasil menyakitiku lagi
Tetapi lagi dan lagi aku selalu gagal membencimu
Entah, aku yang terlalu bodoh apa rasa sayangku yang terlalu besar
Untuk membencimu pun hati terasa gusar
Apalagi yang aku tunggu?
Apalagi yang aku harapkan?
Sampai kapan aku akan bertahan dengan ketidakpastian?
Jelas sudah kamu tampar keras semua puncak pengharapan
Kenapa aku masih erat memeluk sebuah harapan jika hanya aku yang berjuang?
Dimana kesadaranku?
Hujan akan reda dan tugasku sebagai payung akan usai segera
Topan Arif
Tulungagung, 24 November 2024
Satu hari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia. Tetaplah tertawa waulaupun dipenuhi luka dan perasaan kecewa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Upon the Ruins of Mine Own Soul
Di bawah kening malam yang mengafani cakrawala, ia menanak nestapa di tungku tulang rusuknya sendiri; menyantap serpihan diri dengan mulut y...
-
Setelah kamu pergi... Pertanyaan yang tersisa masih sama... "𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 ?" Namun...
-
Aku kira aku telah usai denganmu, namun diam-diam, langkahku masih hafal arah pulang ke tempat yang selalu menyimpan namamu. Aku hidup ...
-
Aku melihatmu mengambil sebatang keretek. Mengamatinya sambil menekan perlahan tubuh kakunya. Mencari celah lunaknya dimana kenikmatan ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar